Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara mengatakan realisasi investasi sebesar Rp39,5 triliun datang dari penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang triwulan I 2022. 


 

Bisnis.com, BANDUNG — Kerja keras Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan kabupaten/kota mendorong peningkatan realisasi investasi tercermin dalam angka realisasi investasi triwulan I 2022 ke Jawa Barat sebesar Rp39,5 triliun. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara mengatakan realisasi investasi sebesar Rp39,5 triliun datang dari penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sepanjang triwulan I 2022.  “Ini merupakan angka yang tertinggi dibandingkan dengan rata-rata realisasi investasi di triwulan 1 selama lima tahun terakhir sebesar Rp35 trilliun,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (28/4/2022). Baca Juga : Berikan Layanan Terbaik, DPMPTSP Jabar Raih Penghargaan Adicita Sewaka Pertiwi Capaian luar biasa ini menurutnya merupakan upaya ekstra dan kerja keras yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan daerah dalam hal ini DPMPTSP. 


Menurutnya Jawa Barat mendapatkan target paling tinggi secara nasional yang dibebankan oleh Kementerian Investasi pada 2022 ini.  “Angka ini memperlihatkan upaya ekstra yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Kab se Jawa barat dalam hal ini Dinas PMPTSP dalam mencapai target realisasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat,” katanya. Berdasarakan rilis realisasi investasi yang dilansir oleh BKPM, realisasi investasi Jawa Barat di triwulan 1 2022 mencapai Rp39,5 triliun angka ini naik dibandingkan realisasi di triwulan 1 2021 sebesar Rp37,1 triliun.  Realisasi PMDN di triwulan 1 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi PMA, dengan realisasi PMDN sebesar Rp21,2 trilun sementara realisasi PMA mencapai Rp18,3 triliun. “Realisasi PMA dan PMDN di triwlan 1 2022 ini telah mencapai 23,33% dari target yang telah ditetapkan oleh BKPM untuk Provinsi Jawa Barat di tahun 2022 sebesar Rp169,27 trilliun,” tuturnya. Pihaknya mencatat berdasarkan lokasi, ada 5 Kab/Kota dengan realisasi PMA dan PMDN tertinggi antara lain Kab Bekasi (40,81%), Kab Karawang (19,22%), Kab Bogor (9,67%), Kota Bekasi (5,70%) dan Kota Bandung (5,52%).


(SUMBER)

Start investing
in West Java

These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).

Learn More