Lulus Sekoper Cinta, 2.700 Perempuan di Jabar Harus Mandiri dan Tahu Potensi Diri

2019-09-11 11:11:06 - By administrator


KOTA BANDUNG -- Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki penduduk berjumlah 48,68 juta jiwa yang terbagi cukup rata antara laki-laki (24,65 juta jiwa) dan perempuan (24,03 juta jiwa).

Di balik itu, tingkat kekerasan, eksploitasi, serta diskriminasi masih cukup tinggi terhadap perempuan. Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) hadir sebagai solusi sekaligus tindak preventif terhadap masalah yang dihadapi perempuan.

Program Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar ini mendorong perempuan untuk mandiri, berani, tanpa meninggalkan kodrat sebagai seorang istri dan ibu.

"Khususnya di perdesaan, perempuan masih kurang paham terhadap siapa dirinya, kebermanfaatannya, peluang apa di sekitarnya, bahkan terhadap tingkat pendidikan anak dan keluarganya," ucap Poppy Sophia Bakur, Ketua DP3AKB.

"Jadi Sekoper Cinta ini merupakan wadah bagi perempuan dalam melakukan interaksi, komunikasi, bertukar pengetahuan dan pengalamannya, untuk mengenali kebutuhan juga kepentingannya terkait upaya peningkatan kualitas hidup," tambahnya.

"Dari mulai pemahaman siapa dirinya, bagaimana mendidik anak, hingga bagaimana dia punya peluang untuk membantu dari sisi ekonomi. Jadi targetnya itu mewujudkan perempuan tahu potensi, hebat, mandiri, dan berdikari," tegas Poppy.

Sosok yang juga menjabat Ketua Harian Tim Penyelenggara Sekoper Cinta ini pun mengatakan pembuatan modul yang berisi materi-materi setiap pertemuan itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, pebisnis, hingga media.

Modul tematik tersebut memiliki enam pembahasan, di antaranya membangun keluarga bahagia, keterampilan dasar perempuan, kesehatan keluarga, citra diri perempuan, dan penanggulangan bencana.

Materi modul disampaikan oleh 270 orang trainers yang lulus dari program Training of Trainers oleh 19 Master of Trainers di tingkat provinsi. Adapun Sekoper Cinta digelar di satu desa yang ditunjuk oleh masing-masing kabupaten/kota.

"Peserta (Sekoper Cinta) di masing-masing desa itu ada 100 perempuan, harus berusia di atas 18 tahun. Durasi pembelajaran berdasarkan modul, ada 12 kali pertemuan. Sekoper Cinta sudah 100 persen, semua (desa) sudah selesai," ujar Poppy.

Sejak diluncurkan pada Desember 2018 hingga sekarang, program ini telah memiliki 2.700 lulusan yang berasal dari 100 desa di 27 kota/kabupaten se-Jabar. Wisuda 2.700 lulusan Sekoper Cinta ini akan digelar pada Oktober 2019.

"Dari satu perempuan alumni Sekoper Cinta, diwajibkan merekrut tiga orang kader. Modul yang mereka (lulusan) pelajari diharapkan bisa ditularkan, diceritakan, dibagikan, sesuai prinsip ilmu yang bermanfaat dan membawa kemaslahatan," tambah Poppy.

Selain itu, Sekoper Cinta juga berfungsi sebagai pencegah masalah perceraian, pernikahan dini, perdagangan orang, kekurangan gizi, hingga pendidikan rendah.

"Karena lulusan Sekoper Cinta ini, tanpa paksaan dan atas kesadaran sendiri, harus berupaya untuk menghindari perceraian, dia akan membantu menumbuhkembangkan anak agar meminimalisir kasus stunting," kata Poppy.

"Dia juga tidak mengizinkan anaknya yang belum 18 tahun bekerja karena iming-iming gaji yang besar, karena itulah cikal bakal terjadinya perdagangan orang. Dia juga harus berjanji bahwa anak-anaknya menyelesaikan wajib belajar 12 tahun sampai SMA, atau kurang lebih sampai usia anak 18 tahun," ujarnya.

Selama penyelenggaraan Sekoper Cinta di 100 desa se-Jabar, Poppy berujar tidak ada kendala berarti yang menghambat proses pembelajaran.

Para peserta, ujar Poppy, malah sangat antusias memahami setiap modul yang diberikan. "Umumnya (yang digemari) contohnya antisipasi menghadapi bencana, simulasi ibu-ibu harus menyiapkan kantung yang berisi pakaian dia, anak, dan suami untuk tiga hari dan obat-obatan," ucapnya.

"Kemudian saat masak-memasak, ibu-ibu boleh mengajak suami dan anak-anaknya. Jadi ada momen makan bersama. Materi menyenangkan, tidak berat," tutup Poppy.

Tak lupa, Sekoper Cinta juga mengajarkan para perempuan untuk mengetahui potensi diri serta meningkatkan keterampilan dengan pembagian kelompok kecil berdasarkan minat masing-masing, mulai dari menjahit, memasak, hingga urusan kecantikan.

-------------------------

HUMAS JABAR

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar

Hermansyah

share to:
Continue Reading
2019-10-20 23:42:03

WIJS 2019 Sukses Cetak Investasi Rp53,8 Triliun

READ NEWS
2019-09-26 08:22:31

Gubernur Jabar: Pembangunan Kawasan Rebana Dimulai

READ NEWS
2019-09-26 08:17:16

Ekonomi Kreatif Dorong Pembangunan Wilayah Provinsi Jawa Barat

READ NEWS
2019-09-16 10:01:22

Desa Jadi Salah Satu Skala Prioritas Pembangunan di Jabar

READ NEWS

Start investing in West Java

Thousands of opportunity awaits, explore now to learn more.

START NOW

What West Java offers?

Infrastructure Investment

These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).

Industries & New Town

West Java is expanding its industries in the future that will impact millions of people, one of the projects are Rebana Golden Triangle and more.

Special Economic Zone

With seven locations in West Java Developed as Special Economic Zone with a helpful Incentives and Convenience for investment.

Trading Commodities

Explore various resources that are avalaible in West Java from geothermal to its famouse cofee and tea.

Tourism Investment

With a widely known beauty in the land of Pasundan, explore many opportunities for investment.

West Java Digital VIllage

Helping millions empower themselves by implementing internet and tech into the community.

Development & Social Program

Besides infrastructure development, human resources are essential in supporting West Java's stable growth.

West Java & National State-Owned Enterprise

West Java & National State-Owned Enterprise in various sector ensure the inclusiveness and impact for the society.