BKPM Bandingkan Urus Investasi di Vietnam dan RI, Apa Bedanya?

03-02-2020
source: money.kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM), Bahlil Lahadalia menjelaskan, alasan Indonesia tidak bisa memanfaatkan situasi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Alasannya yakni pengurusan perizinan di Indonesia yang dinilai masih lamban.

Dibandingkan dengan Vietnam, urusan investasi negara tersebut jauh lebih baik. Maka tak heran jika Vietnam paling terdepan memanfaatkan situasi perang dagang antar kedua negara maju itu.

"Kalau di Vietnam itu investasi cukup datang ke BKPM. Persoalan tanah, izin clear satu tempat. BKPM Vietnam itu dia yang memulai, dia yang mengakhiri. Kalau BKPM Indonesia, dia yang memulai, enggak tahu kapan mengakhiri. Ini fakta ya, sebagai mantan pengusaha saya ngomong apa adanya," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Selain itu, dirinya juga mengakui pengurusan Online Single Submission (OSS) atau perizinan berusaha terintegrasi secara daring (online) dinilai tak mampu menyelesaikan secara cepat. 

Bahlil mengibaratkan pelaku usaha yang mengurus izin berusaha melalui OSS seperti layaknya orang tawaf saat ibadah ke Tanah Suci yang tak kunjung selesai.

"Saya melihat OSS itu jebakan Batman, saya mengatakan setuju 100 persen. Pertanyaannya setelah mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha) apakah bisa langsung berusaha? Kan tidak. Harus mendapat notifikasi kepada pengurus ini. Dan tawafnya itu juga belum tentu berakhir. Kalau orang umrah cukup 7 kali tawaf. Syukur-syukur urus itu ada kepastian. Itulah mengapa investor lebih memilih ke negara yang ramah investasi," jelasnya.

Sebagai mantan pengusaha yang pernah tergabung Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), lanjut Bahlil, ada tiga yang diinginkan oleh para investor.

"Teman-teman pengusaha itu butuh kemudahan, kepastian, dan efisiensi. Hanya tiga ini saja. Kalau tiga ini bisa kita lakukan otomatis core deficit akan berkurang," ucapnya.

BKPM telah merilis laporan realisasi investasi pada kuartal IV 2019 mencapai Rp 28,3 triliun. Angka ini meningkat 12 persen dibandingkan kuartal IV 2018.

Continue Reading
nasional.kompas.com

Walhi Prediksi Kebijakan Pemerintah Terkait Investasi Akan Timbulkan Krisis Multidimensi

READ ARTICLE
nasional.kompas.com

100 Hari Jokowi-Maruf, Kebijakan Investasi jadi Ancaman bagi Lingkungan Hidup

READ ARTICLE
www.kompas.com

Makin Ekspansif, Investasi China di Indonesia Melonjak Dua Kali Lipat pada 2019

READ ARTICLE
news.detik.com

Ridwan Kamil Ajak Investor Prancis Bangun Rumah Sakit di Jabar

READ ARTICLE

Start investing in West Java

Thousands of opportunity awaits, explore now to learn more.

START NOW

What West Java offers?

Infrastructure Investment

These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).

Public Private Partnership Project

We open the door of enormous opportunities to the private sector in helping to develop West Java in a very interesting scheme.

New Industrial Zones and Cities Development...

West Java is expanding its industries in the future that will impact millions of people, one of the projects are Rebana Golden...

Trading Commodities

Explore various resources that are avalaible in West Java from geothermal to its famouse cofee and tea.

Tourism Investment

With a widely known beauty in the land of Pasundan, explore many opportunities for investment.

West Java Digital Inclusive Province

Helping millions empower themselves by implementing internet and tech into the community.

Social Development Program

Besides infrastructure development, human resources are essential in supporting West Java's stable growth.

West Java & National State-Owned Enterprise

West Java & National State-Owned Enterprise in various sector ensure the inclusiveness and impact for the society.